BANDUNG, Indonesia —Tempat wisata yang unik dan menarik semakin banyak bermunculan di Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Menjadikan kawasan di kaki Gunung Tangkuban Parahu itu sebagai destinasi wisata favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.

Salah satu destinasi wisata yang kini jadi buruan para traveler adalah The Lodge Maribaya. Berlokasi di Kampung Babakan Gentong Cibodas-Maribaya Lembang, The Lodge Maribaya menawarkan sejumlah fasilitas yang jarang ditemukan di tempat lain.

Berikut 5 hal yang menjadi daya tarik tempat wisata pemiliki slogan “Escape to Nature” ini :

View indah dan menyejukkan mata

Saat membeli sebidang tanah kosong seluas 4 hektar di kawasan Cibodas 12 tahun yang lalu, Heni Nurhaeni Smith hanya berniat menjadikannya sebagai tempat tinggal pribadi. Selama belasan tahun itu, Heni menanam kurang lebih 2000 pohon agar tempat tinggalnya hijau dan asri. Itu dilakukannya tak lain dan tak bukan karena kecintaannya pada lingkungan.

Heni beruntung karena di sekitar lahan miliknya itu tersaji pemandangan yang luar biasa indahnya. Di sekitar area The Lodge Maribaya, terdapat hutan lindung dengan kerimbunan pohon pinus yang berderet rapi. Pemandangan sunrise di pagi hari dan sunset saat petang hari menjadi bonus keindahan alam yang bisa dengan leluasa disaksikan di The Lodge Maribaya. Lokasinya yang terletak di ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut, membuat udara sejuk khas Lembang selalu bisa dirasakan setiap waktu.

Keunggulan alam yang ada mendorong Heni menjadikan lahan pribadinya itu sebagai tempat wisata. Dengan konsep ekowisata, perempuan asal Garut itu melengkapinya dengan berbagai fasilitas yang ramah lingkungan.

“Kita sih (pembangunannya) ngikutin kontur tanah yang ada. Tidak sampai memapas (memotong) bukit. Lihat aja gedungnya tidak ada yang permanen. Semuanya serapan air. Pilihan batunya juga yang meresap air,” kata Heni yang ditemui pertengahan Agustus lalu.

Pada 2016, The Lodge Maribaya mulai dibuka untuk umum dengan harga tiket masuk Rp 20 ribu hari di hari kerja, Rp 25 ribu di akhir pekan, dan Rp 35 ribu saat libur nasional. Jumlah kunjungan pun terus meningkat. Rata-rata 2 ribu hingga 3 ribu orang di hari kerja dan 5 ribu orang di akhir pekan. Kebanyakan pengunjung berasal dari Jakarta. Ada pula yang datang dari Singapura dan Malaysia. Nampaknya, sebagian besar pengunjung datang dari kota besar yang ingin menikmati suasana pegunungan yang asri dan bebas polusi.

View-nya memang tidak ada di tempat lain. Ini kan hutan lindung, jadi kita menyaksikan hutan lindung. Datang ke sini enggak kayak di Bandung atau di Indonesia, bahkan kelihatannya kayak di luar negeri. Ini yang menjadi daya tarik orang. Jadi datang ke sini tuh mata hijau,” tutur Heni.

Tenda bawang bombay untuk kemah nyaman

Bagi pengunjung yang ingin menikmati atmosfir pegunungan lebih lama, The Lodge Maribaya menyediakan tenda yang bisa disewa. Sebanyak 15 buah tenda dipersiapkan untuk pengunjung yang ingin mencoba kemping dengan nyaman.

Tenda sangat unik berbentuk bawang bombay dengan warna oranye yang menyolok. Desainnya yang kokoh membuat pengunjung nyaman berada di dalamnya. Tenda buatan Jerman itu cukup luas untuk menampung tiga hingga empat orang dewasa. Di dalamnya, terdapat dua kasur busa lengkap dengan bantal dan selimut. Bentuk tenda segi delapan memungkinkan adanya ruang yang cukup untuk menyimpan barang-barang.

Tenda-tenda itu disusun dalam dua kelompok berdasarkan dua area pandang matahari. Sebagian di area pandang matahari terbit, sebagian lagi di area pandang matahari terbenam. Area kemping ini di batasi oleh pagar yang hanya bisa dimasuki oleh para campers.

Menurut Heni, kemping di The Lodge Maribaya bisa dilakukan kapan pun, bahkan di saat musim hujan. Justru, kata Heni, campers bisa mendapatkan pengalaman yang berbeda saat hujan turun.

“Kalau hujan, suasana lebih dramatis. Mist (kabut) turun, jadi kayak di atas awan,” kata Heni. Sedangkan saat kemarau, campers bisa menikmati langit bertabur bintang di malam hari yang cerah.

Harga sewa satu tenda per malam dipatok Rp 525 ribu untuk satu orang penyewa, Rp 425 ribu per orang untuk dua orang penyewa, dan Rp 375 ribu per orang untuk tiga orang penyewa. Harga itu sudah termasuk tiket masuk, welcome drinkdinner, dan breakfast. Termasuk aktivitas bersepeda, panahan, danguided trekking melintasi hutan pinus dan menyusuri sungai Cikapundung.

Wahana foto yang instagramable

Difoto sambil bersepeda atau main ayunan mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana jika hal itu dilakukan di ketinggian dengan latar hutan pinus yang berjejer indah? Pastinya instagramable banget!

Dan jangan lupakan juga sensasi melayang di ketinggian yang tentunya akan memberikan pengalaman yang berbeda. Tentunya semua itu dilakukan dengan pengamanan yang sesuai standar.

SKYTREE. Wahana foto, Sky Tree, dengan latar belakang hutan pinus. Foto oleh Yuli Saputra/Rappler

SKYTREE. Wahana foto, Sky Tree, dengan latar belakang hutan pinus. Foto oleh Yuli Saputra/Rappler

Fasilitas foto yang instagramable itu bisa bisa didapatkan di The Lodge Maribaya.Ada enam wahana foto dengan konsep yang berbeda sana, yakni Zip Bike, Sky Tree, Mountain Swing, Hot Air Baloon, Hammock, dan Gantole.

Wahana foto ini yang menjadi daya tarik traveler untuk datang ke The Lodge Maribaya. Setiap akhir pekan, antrian untuk menjajal wahana foto ini mengular, bahkan sampai ada yang tidak kebagian karena terbatasnya waktu. Wahana foto ini buka mulai pukul 09:00 hingga 15:00 WIB. Agar bisa kebagian, pengunjung disarankan datang lebih pagi atau berkunjung di hari kerja.

Untuk mencoba wahana foto ini, pengunjung membayar Rp 20 ribu per wahana foto dan Rp 10 ribu untuk menebus per lembar fotonya.

The Lodge Maribaya juga membuka kesempatan bagi calon pengantin yang ingin melakukan sesi foto pre-wedding. Dengan biaya Rp 1,5 juta, fasilitas yang didapatkan adalah tiket masuk untuk lima orang, voucher makan, dan sky tree photospot selama 20 menit.

Deretan jajanan khas Bandung

Tidak lengkap rasanya bila datang ke Bandung tanpa mencicipi berbagai makanan tradisionalnya. Di The Lodge Maribaya hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, aneka ragam makanan khas Bandung tersedia di kios-kios yang berderet di area kuliner. Ada batagor, cilok, baso tahu, dan seblak.

KULINER. Deretan kios yang menjual aneka kuliner khas Bandung di The Lodge Maribaya. Foto oleh Yuli Saputra/Bandung

KULINER. Deretan kios yang menjual aneka kuliner khas Bandung di The Lodge Maribaya. Foto oleh Yuli Saputra/Bandung

Atau bisa juga makan di restoran Dapur Hawu yang menyajikan menu tradisional Sunda dengan pemandangan ke arah hutan pinus.

Jika ingin menikmati kopi dengan biji kopi berkualitas dari Indonesia atau minum aneka teh, mulai dari English Breakfast tea, teh herbal, hingga teh buah, bisa nongkrong di kafe Pines. Menemani kopi atau teh, tersedia aneka makanan ringan seperti homemade cakes, panini, dan french fries. Bersantai di kafe ini bisa sekaligus menikmati pemandangan hutan lindung yang berada di lereng bukit Lembang.

Pertunjukan sendratari legenda tatar Sunda

Tak hanya makanan tradisional Sunda saja yang disajikan, The Lodge Maribaya juga menawarkan pertunjukan drama tari bagi para pencinta seni tradisi Sunda. Mulai September 2017, The Lodge Maribaya akan mementaskan drama tari yang kisahnya diambil dari legenda-legenda tatar Parahyangan. Pertunjukan ini akan secara rutin dipentaskan dua kali dalam sebulan di Sabtu malam.

“Kebetulan kan ada sunset, banyak yang minta buka malam. Tapi kan harus ada kontennya. Akhirnya aku punya ide kayaknya bakal bagus kalau ada pertunjukan seni budaya,” ujar Heni.

Ide itu juga dilatarbelakangi oleh keprihatinan Heni atas minimnya pertunjukan-pertunjukan yang mengangkat cerita-cerita leluhur Sunda. Di samping itu, ada pula misi sosial yang ingin diwujudkan Heni.

“Ada beberapa tujuan. Satu, agar The Lodge Maribaya ada kontennya. Kedua, membina anak-anak sekitar The Lodge Maribaya, dan ketiga, culture kita enggak boleh hilang,” ucap perempuan 48 tahun ini.

Paket menonton pertunjukan sendratari ini dijual dengan harga Rp 200 ribu per orang. Fasilitas yang didapat antara lain, tiket masuk The Lodge Maribaya, coffee breakdinner, dan nonton pertunjukan sendratari.

Tertarik datang ke The Lodge Maribaya? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pengunjung disarankan memiliki kondisi fisik yang sehat karena lokasi The Lodge Maribaya banyak tangga dan berundak. Dengan kondisi seperti itu, pengunjung diharapkan memakai alas kaki yang nyaman dan aman. Disarankan pula membawa jaket dan payung untuk mengantisipasi perubahan cuaca.

Lokasi The Lodge Maribaya bisa ditempuh dalam waktu 37 menit dari Pasar Panorama Lembang melalui Jalan Cigalukguk yang jaraknya 10,3 kilometer, atau 38 menit via Jalan Raya Maribaya yang berjarak 11,4 kilometer ke lokasi. Bisa juga melalui Jalan Tangkuban Parahu Raya yang jaraknya 13,5 kilometer dengan waktu tempuh 45 menit.

Sumber: www.rappler.com